asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
tether usd iconlorenzo protocol iconBANKUSDT0.07951-0.08916 ( -52.86% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT64,826.3+565.5 ( +0.88% )
tether usd iconcoti iconCOTIUSDT0.01544-0.00043 ( -2.71% )
tether usd icondexe iconDEXEUSDT2.538-0.189 ( -6.93% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT1,922.89+21.64 ( +1.14% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT53.961-1.17 ( -2.13% )
tether usd iconpepe iconPEPEUSDT0.00000278+0.00000005 ( +1.83% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT74.69+1.3 ( +1.77% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.0886+0.0144 ( +1.34% )
Powered by
powered by triv
News - Web3

Data CryptoQuant Soroti Pergerakan Harga Bitcoin Mirip Bear Market 2022

User
May 21, 2026 | 14:39 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
May 21, 2026 | 14:39 WIB
Data CryptoQuant Soroti Pergerakan Harga Bitcoin Mirip Bear Market 2022

Pergerakan harga Bitcoin kembali mendapat tekanan setelah gagal menembus level moving average 200 hari atau 200-day MA, yang selama ini dianggap sebagai salah satu indikator teknikal penting untuk melihat arah tren pasar.

Firma analitik on-chain Cryptoquant menilai pola pergerakan Bitcoin saat ini memiliki kemiripan dengan kondisi bear market pada Maret 2022, ketika BTC juga mengalami penolakan kuat di area 200-day MA sebelum melanjutkan tren penurunan lebih dalam.

Analis CryptoQuant menyebut kegagalan Bitcoin bertahan di atas level tersebut secara historis sering menjadi sinyal bahwa tren bearish masih belum benar-benar berakhir. Kondisi ini dinilai menunjukkan pasar masih kekurangan momentum kuat untuk memulai reli jangka panjang baru.

Secara teknikal, 200-day MA memang sering digunakan investor untuk mengukur kekuatan tren utama aset. Ketika harga berada di bawah garis tersebut, sentimen pasar umumnya dianggap masih bearish. Sebaliknya, breakout dan konsolidasi di atas level itu sering dipandang sebagai sinyal pemulihan pasar.

Di sisi lain, sebagian pelaku pasar masih optimistis terhadap prospek jangka panjang Bitcoin, terutama dengan terus meningkatnya adopsi institusi, pertumbuhan ETF spot Bitcoin, serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global dalam beberapa tahun mendatang.

Meski begitu, volatilitas pasar kripto diperkirakan tetap tinggi dalam jangka pendek, terutama jika tekanan makroekonomi dan ketidakpastian suku bunga AS masih berlanjut.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan