Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan telah menginstruksikan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk memangkas skala latihan militer gabungan antara AS dan Korea Selatan secara signifikan. Melalui pernyataan resminya di Truth Social pada Selasa (25/8), Trump menilai agenda latihan rutin tersebut memakan biaya terlalu besar yang mayoritas dibebankan kepada AS, sekaligus mengirimkan sinyal tidak pantas dan bermusuhan terhadap Korea Utara.
​Trump beralasan langkah pengurangan intensitas latihan ini diambil berdasarkan hubungan personalnya yang sangat baik dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un. Menurutnya, selama masa kepemimpinannya, Pyongyang selalu bersikap menghormati dan tidak menunjukkan ancaman. Mengingat agenda latihan bersama sudah terlanjur dijadwalkan dan terlambat untuk dibatalkan secara penuh, Trump memilih opsi pengurangan skala operasi secara substansial.
​Dalam unggahan yang sama, Trump turut membocorkan dinamika hubungan diplomatiknya dengan Seoul yang sempat bersitegang terkait konflik Timur Tengah. Ia mengungkapkan bahwa dirinya sempat meminta pemerintah Korea Selatan untuk bergabung bersama koalisi AS dalam agenda denuklirisasi Iran, namun pihak Seoul secara tegas menolak ajakan tersebut.



