asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT76,441.1-1971.29 ( -2.51% )
BULLAUSDT0.02888-0.00352 ( -10.86% )
ETHUSDT2,274.15-53.8 ( -2.31% )
HYPEUSDT33.66-3.42 ( -9.22% )
PAXGUSDT5,106.67+251.5 ( +5.18% )
SLVONUSDT80.06+0.0 ( +0.0% )
SOLUSDT98.14-5.8 ( -5.58% )
XAUTUSDT5,072.0+236.92 ( +4.9% )
XRPUSDT1.5936-0.0186 ( -1.15% )
Powered by
News

Demi Kedaulatan Data, Vitalik Prediksi Institusi Bakal Kelola Kripto Sendiri Tanpa Pihak Ketiga

User
January 26, 2026 | 05:26 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
January 26, 2026 | 05:26 WIB
Demi Kedaulatan Data, Vitalik Prediksi Institusi Bakal Kelola Kripto Sendiri Tanpa Pihak Ketiga

Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, memprediksi pergeseran besar di mana korporasi dan pemerintah akan mulai mengelola aset kripto mereka secara mandiri tanpa perantara. Dalam tulisan terbarunya, ia membantah anggapan bahwa etos cypherpunk yang merupakan semangat radikal menjaga privasi dan kedaulatan data bagi individu hanya relevan bagi komunitas niche. Menurutnya, institusi besar justru yang kini paling agresif mengadopsi prinsip tersebut demi menolak ketergantungan pada software komersial yang dianggap membutuhkan banyak data sensitif dan berisiko bagi keamanan operasional mereka.

​Tren ini akan mendorong institusi untuk memegang kendali penuh atas wallet dan melakukan staking ETH secara self-custody, alih-alih menyerahkannya ke pihak ketiga. Vitalik menilai langkah pragmatis korporasi ini sebagai keuntungan tak terduga bagi desentralisasi jaringan blockchain, khususnya Ethereum. Keinginan institusi untuk memiliki kedaulatan penuh dan tidak didikte oleh vendor luar secara tidak langsung selaras dengan visi idealisme crypto, di mana setiap entitas beroperasi tanpa single point of failure.

​Meski demikian, peran komunitas cypherpunk tetap krusial sebagai penyedia infrastruktur teknologinya. Vitalik menyoroti bahwa sementara pemerintah terus mendorong aturan ketat seperti KYC, para cypherpunk bekerja keras mengembangkan privacy tools canggih seperti Zero-Knowledge Proof. Nantinya akan tercapai titik temu diantara: institusi mendapatkan kontrol aset yang mereka butuhkan, sementara teknologi privasi terus berkembang untuk menyeimbangkan regulatory compliance dengan hak atas privasi data bagi pengguna ritel.

Copiedbagikan