Media sosial terdesentralisasi Farcaster resmi diakuisisi oleh Network School, lembaga yang didirikan oleh Balaji Srinivasan, pada Kamis (15/10). Ini menjadi kali kedua Farcaster berganti pemilik sepanjang tahun ini setelah sebelumnya dikelola oleh Neynar. Lewat pengambilalihan ini, Farcaster mengubah jalannya menjadi Network State Protocol dengan target membawa jaringan komunitas digital ke dunia nyata.
​Bersamaan dengan pemilik baru ini, pengguna Farcaster diminta menyetujui aturan baru bernama social smart contract. Jika setuju, pengguna akan mendapatkan NFT akses sebagai tanda bukti. Bagi pengguna yang menolak, akses akun akan dibatasi menjadi hanya bisa membaca postingan (read-only), sementara data dan pengikut mereka akan dipindahkan ke aplikasi lain. Aturan baru ini juga menyiapkan sanksi pemblokiran bagi pelanggar aturan berat, seperti penipuan, ujaran kebencian, hingga penggunaan AI yang mengaku sebagai karya sendiri.
​Ke depan, Farcaster akan memakai sistem kecerdasan buatan (AI) untuk mengawasi postingan dan mewajibkan verifikasi manusia agar bisa mengurangi akun bot. Sementara itu, tim pengembang Neynar akan bergabung ke Network School untuk melanjutkan proyek ini, sedangkan nasib platform pembuat token Clanker masih belum diputuskan.



