


Sprinter asal Inggris, CJ Ujah, ditangkap dan didakwa atas dugaan keterlibatan dalam sindikat penipuan kripto lintas wilayah. Berdasarkan laporan Regional Organised Crime Unit Network (ROCU), mantan juara dunia lari estafet tersebut merupakan satu dari 10 orang yang tergabung dalam kelompok kejahatan terorganisir. Sindikat ini beroperasi dengan cara menyamar sebagai petugas polisi dan perwakilan perusahaan kripto melalui sambungan telepon untuk menjaring korban.
Modus utama kelompok ini adalah memanipulasi korban agar menyerahkan detail keamanan sensitif, termasuk seed phrase, untuk kemudian menguras isi wallet kripto mereka. Salah satu korban dilaporkan mengalami kerugian fantastis mencapai lebih dari £300.000. Akibat tindakannya, Ujah bersama enam tersangka lainnya dijadwalkan menghadiri persidangan di Chelmsford Crown Court pada 28 Mei mendatang.
Kasus ini menjadi hantaman baru bagi karier Ujah setelah sebelumnya sempat tersandung skandal doping di Olimpiade Tokyo. Selain Ujah, atlet muda Brandon Mingeli juga ikut ditangkap dan saat ini masih berada dalam tahanan kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, badan otoritas British Athletics menolak memberikan komentar terkait proses hukum yang menjerat para atletnya dalam ekosistem kripto tersebut.