IMF mengonfirmasi bahwa pemerintah El Salvador tidak lagi menggunakan APBN untuk melakukan akumulasi Bitcoin pada Minggu (6/9). Berdasarkan dokumen resmi yang diserahkan otoritas El Salvador dalam evaluasi program pinjaman Fasilitas Dana Bergulir (EFF), penambahan cadangan Bitcoin yang diperoleh negara tersebut sejak peninjauan pertama sepenuhnya bersumber dari donasi pihak swasta. IMF memastikan tidak ada proyeksi penambahan cadangan Bitcoin di luar donasi yang terdokumentasi tersebut.
​Kesepakatan tingkat staf (staff-level agreement) antara IMF dan El Salvador ini menjadi bagian penting dari negosiasi program pendanaan senilai $1,4 miliar. Dalam klausul reformasi tersebut, El Salvador sepakat membatasi keterlibatan sektor publik terhadap Bitcoin, termasuk mentransfer kepemilikan mayoritas dan kendali operasional e-wallet Chivo kepada operator swasta, sementara pemerintah hanya mempertahankan porsi kepemilikan minoritas. Selain itu, pemerintah El Salvador berkomitmen memperbarui kerangka hukum serta meningkatkan tata kelola risiko dan transparansi atas total cadangan kripto yang tercatat di berbagai wallet negara.
​Kepala Misi IMF untuk El Salvador, Mr. Torres, menuturkan bahwa perekonomian El Salvador terus menunjukkan tren positif dengan proyeksi pertumbuhan PDB riil mencapai 4,5% pada 2026, ditopang oleh perbaikan iklim keamanan, peningkatan investasi, dan belanja konsumen. Hingga Senin (7/9) pagi WIB, data pelacak cadangan National Bitcoin Office mencatat El Salvador mengantongi sekitar 7.765 BTC, yang nilainya ditaksir mencapai $630 juta seiring perdagangan harga Bitcoin di kisaran $81.150 per BTC.



