asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.726-0.03 ( -3.97% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT78,403.5-492.31 ( -0.62% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,479.73-17.91 ( -0.72% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT84.243-1.4 ( -1.64% )
tether usd iconiost iconIOSTUSDT0.001058+0.000162 ( +18.08% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT102.13-1.8 ( -1.73% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT0.7703-0.0454 ( -5.57% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.02035-0.00336 ( -14.17% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.3928-0.0365 ( -2.55% )
Powered by
powered by triv
Breaking News

Dolar AS Sentuh Rp18.200, Tekanan Sentimen Global Masih Berlanjut

User
June 8, 2026 | 14:13 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
June 8, 2026 | 14:13 WIB
Dolar AS Sentuh Rp18.200, Tekanan Sentimen Global Masih Berlanjut

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dilaporkan menyentuh level Rp18.200, menandai salah satu titik terlemah mata uang Indonesia sepanjang sejarah. Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan eksternal yang berasal dari gejolak geopolitik global, arus modal asing, serta tingginya permintaan terhadap aset berdenominasi dolar AS.

Sejumlah analis sebelumnya telah memperkirakan bahwa setelah menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS, pelemahan rupiah berpotensi berlanjut menuju Rp18.200. Tekanan terhadap mata uang Garuda dinilai tidak hanya berasal dari faktor global, tetapi juga dipengaruhi sentimen pasar terhadap kondisi ekonomi domestik dan prospek fiskal Indonesia.

Pelemahan rupiah berpotensi memberikan dampak luas terhadap perekonomian nasional. Kenaikan nilai dolar AS dapat membuat harga barang impor menjadi lebih mahal, meningkatkan biaya produksi industri yang bergantung pada bahan baku luar negeri, serta memicu tekanan inflasi di tingkat konsumen.

Ekonom juga memperingatkan bahwa depresiasi rupiah yang berkelanjutan dapat menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah dan bawah. Selain itu, perusahaan yang memiliki utang dalam dolar AS atau bergantung pada impor berisiko menghadapi kenaikan beban operasional yang signifikan.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan