Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) memaparkan tiga cara utama untuk membawa uang bank sentral ke dalam jaringan blockchain. Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam konferensi Bank of England di London pada Kamis (1/10), kerangka kerja ini dirancang agar uang bank sentral tetap menjadi fondasi utama dalam sistem keuangan di tengah tren tokenisasi terdesentralisasi yang kian populer.
​Model pertama memungkinkan bank sentral untuk menerbitkan uang digitalnya secara langsung di platform blockchain. Dengan cara ini, uang bank sentral berbentuk token bisa dipakai untuk transaksi aset digital secara instan dan bersamaan di jaringan blockchain yang sama.
​Model kedua menggunakan pendekatan bridge yang menghubungkan sistem transfer uang bank sentral yang lama dengan teknologi blockchain baru melalui lapisan khusus. Dalam skema ini, uang di bank sentral tidak perlu diubah bentuk menjadi token, tetapi tetap bisa terhubung secara aman dengan jaringan blockchain menggunakan kode khusus.
​Adapun model ketiga memberikan ruang bagi lembaga keuangan lain untuk menerbitkan token pembayaran sendiri yang dijamin penuh oleh cadangan uang di bank sentral. Melalui pendekatan ini, token tersebut berfungsi sebagai klaim privat yang nilainya selalu setara dengan uang asli dari bank sentral.
​Langkah ECB ini sekaligus menjadi strategi jangka panjang untuk menancapkan pengaruh bank sentral dalam mengamankan kendali atas sistem keuangan masa depan. Melalui adopsi teknologi distributed ledger yang terstruktur, otoritas moneter berupaya memastikan bahwa hegemoni regulasi dan stabilitas ekonomi tetap berada di tangan institusi resmi, bukan beralih ke sistem alternatif di luar kendali mereka.



