


Prospek jangka panjang token native milik Uniswap, UNI, dinilai berpotensi melampaui ekspektasi awal pasar. Standard Chartered dalam riset terbarunya meninjau kembali hasil riset mereka bahwa target harga $100 untuk UNI pada akhir 2030 yang mereka tetapkan pertengahan tahun ini kemungkinan terlalu rendah. Penyesuaian pandangan ini didasari oleh melonjaknya laju pembakaran (burn rate) token yang dipicu oleh tingginya aktivitas perdagangan di jaringan Robinhood Chain.
​Head of Digital Assets Research Standard Chartered, Geoff Kendrick, menjelaskan pada Kamis (13/8) bahwa integrasi Uniswap di Robinhood Chain telah mengubah peta pendapatan protokol secara signifikan. Data DefiLlama mencatat rata-rata pendapatan harian Uniswap melonjak dari $99.770 menjadi $244.222 sejak akhir Juli, di mana sekitar 60% di antaranya disumbangkan dari aktivitas transaksi Robinhood Chain. Lewat mekanisme pembaruan UNIfication, seluruh biaya transaksi tersebut langsung dialokasikan untuk membeli dan burn token UNI dari pasar.
​Dengan proyeksi laju burning token tahunan yang kini menyentuh $89,1 juta, setara dengan pengurangan sekitar 4% dari total pasokan beredar, Kendrick menilai deflasi pasokan ini bergerak sangat agresif. Meskipun harga UNI saat ini masih tertahan di kisaran $3,53 akibat dinamika pasar secara umum, kelanjutan tren burning pasokan serta potensi perluasan kemitraan institusional baru diprediksi akan menjadi bahan bakar utama bagi lonjakan nilai UNI dalam jangka panjang.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.