


Platform media sosial Web3, The Arena, resmi melakukan ekspansi bisnis dari jaringan Avalanche (AVAX) dengan meluncurkan platform launchpad di Robinhood Chain. Lewat ekspansi ini, pengguna dan kreator kini bisa menerbitkan token crypto baru serta menentukan sendiri aset jaminannya, termasuk menggunakan aset saham digital seperti NVIDIA.
​Langkah strategis ini membawa sejumlah pembaruan utama untuk mempermudah transaksi penggunanya. Salah satu keunggulannya adalah kebebasan memilih modal pasangan transaksi (trading pair). Kreator token tidak lagi wajib menggunakan crypto utama seperti Ethereum (ETH), melainkan dapat memasangkannya dengan token $ARENA, aset digital ERC-20, hingga saham perusahaan yang sudah didigitalisasi (tokenized stocks) seperti NVIDIA.
​Dari segi kestabilan harga, The Arena mengalihkan sebagian biaya transaksi langsung ke dalam liquidity pool. Mekanisme ini bertujuan menjaga ketebalan likuiditas agar harga token tidak mudah naik-turun secara drastis saat nilai pasarnya bertambah besar.
​Selain itu, akses pembelian kini dibuat jauh lebih fleksibel melalui fitur multichain swap. Fitur ini memungkinkan pembeli memesan token baru di Robinhood Chain langsung menggunakan isi dompet crypto dari jaringan blockchain mana saja tanpa perlu repot melakukan konversi manual terlebih dahulu.
​Sebagai pelengkap, platform ini juga memanfaatkan basis sosialnya dengan menyematkan fitur daftarcwhitelist berbasis profil media sosial serta sistem pemberian tip otomatis saat harga token berhasil mencapai target tertentu.