asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
tether usd iconao iconAOUSDT1.83-0.124 ( -6.35% )
tether usd iconlorenzo protocol iconBANKUSDT0.05224+0.00842 ( +19.22% )
tether usd iconbless iconBLESSUSDT0.0106022-0.0021762 ( -17.03% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT64,183.8+314.24 ( +0.49% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT1,874.44+4.25 ( +0.23% )
tether usd icondefi app iconHOMEUSDT0.00974+0.00138 ( +16.51% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT55.59+1.19 ( +2.18% )
tether usd iconrats iconRATSUSDT0.00004658-0.00001792 ( -27.78% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT74.18+0.15 ( +0.2% )
Powered by
powered by triv
News - Technology

Telegram Sempat Hilang dari Apple App Store, Pavel Durov Beri Klarifikasi Resmi

User
August 4, 2026 | 23:35 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
August 4, 2026 | 23:35 WIB
Telegram Sempat Hilang dari Apple App Store, Pavel Durov Beri Klarifikasi Resmi

​Telegram sempat hilang secara mendadak dari Apple App Store akibat aksi pemerasan berkedok manipulasi konten oleh peretas. Pendiri sekaligus CEO Telegram, Pavel Durov, mengkonfirmasi melalui channel resminya pada Selasa (4/8) bahwa penarikan aplikasi tersebut terjadi setelah seorang peretas sengaja menanamkan konten pornografi terlarang di sebuah grup publik. Layanan Telegram berhasil dipulihkan hanya dalam hitungan jam setelah tim internal bergerak cepat menangani masalah teknis dan berkoordinasi langsung dengan pihak Apple.

​Modus yang digunakan pelaku tergolong unik karena memanfaatkan celah moderasi teknis. Sistem moderasi Telegram yang mengandalkan laporan pengguna, filter AI, hingga pencocokan content hash sebenarnya sangat efektif menghapus konten ilegal. Namun, pelaku mengakalinya dengan menyunting (edit) pesan lama di grup aktif menggunakan konten buatan AI. Trik ini membuat konten tersembunyi dari penglihatan anggota grup sehingga tidak bisa langsung dilaporkan. Setelah pesan lama disunting, pelaku melaporkannya secara langsung ke pihak Apple untuk memaksa penarikan aplikasi sebagai bentuk gertakan kepada pemilik grup yang menolak membayar uang tebusan.

​Durov menyayangkan reaksi Apple yang dinilai terlalu gegabah dan reaktif dalam merespons laporan tersebut. Apple langsung menghapus Telegram yang memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif dari App Store tanpa memberikan peringatan atau mengonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak developer. Menurut Durov, respons sepihak ini menciptakan risiko sistemik yang berbahaya bagi seluruh platform digital penyedia user-generated content, karena aplikasi mana pun bisa menjadi target manipulasi serupa kapan saja.

​Insiden ini menjadi peringatan keras bagi para developer aplikasi serta pengelola komunitas digital secara global. Taktik pemerasan berbasis laporan palsu (reporting gangs) terus berkembang dan mengincar celah kepatuhan platform besar. Telegram menegaskan komitmennya untuk terus memperketat sistem keamanan dari serangan manipulatif semacam ini, sembari mengingatkan para developer lain agar siap menghadapi ancaman pemerasan teknologi yang kian canggih.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan