Komunitas developer Ethereum merilis draf proposal teknis berkode EIP-8394 untuk merombak arsitektur kontrak deposit validator (validator deposit contract). Inisiatif ini dirancang sebagai langkah mitigasi awal guna mengamankan sekitar 42,4 juta token ETH senilai $104 miliar yang terkunci di sistem staking dari potensi ancaman peretasan komputer kuantum di masa mendatang.
​Saat ini, seluruh validator Ethereum mengandalkan skema kriptografi tanda tangan BLS (Boneh-Lynn-Shacham) yang berbasis kurva eliptis. Sistem enkripsi tersebut dinilai rentan ditembus seiring pesatnya perkembangan komputasi kuantum. Analisis dari Google Quantum AI memperkirakan sekitar 1.200 qubit logis sudah cukup untuk membobol keamanan kriptografi kurva eliptis 256-bit, memajukan proyeksi masa krisis kriptografi (Q-Day) ke rentang tahun 2028 hingga 2035.
​Melalui EIP-8394, kontrak deposit akan diubah agar mendukung format kunci publik berukuran fleksibel (variable-length) dan dilengkapi sakelar migrasi. Mekanisme ini memungkinkan jaringan beralih ke skema tanda tangan pasca-kuantum (post-quantum) yang berukuran data lebih besar, sekaligus menyetop deposit baru berbasis BLS secara bertahap tanpa mengganggu operasional validator yang sedang berjalan. Langkah ini selaras dengan roadmap Ethereum Foundation yang menargetkan penyelesaian keamanan pasca-kuantum pada 2029.



