Jeff Yan selaku CEO dan co-founder Hyperliquid menilai bahwa cara tradisional Wall Street dalam mencetak kekayaan sudah tidak lagi relevan bagi sebagian besar trader dan investor. Pasalnya, sistem tersebut menutup akses bagi publik untuk masuk ke fase pertumbuhan awal sebuah aset. Pandangan itu ia sampaikan dalam sesi fireside chat di ajang TOKEN2049 Singapura, Rabu (7/10).
Yan menjelaskan, struktur pasar tradisional membuat trader dan investor ritel kerap tertinggal dari momentum kenaikan harga yang paling signifikan. Menurutnya, banyak aset hanya berputar di antara segelintir lingkaran insiders saat harganya masih di bawah, sehingga begitu instrumen tersebut resmi melantai di pasar publik lewat IPO, sebagian besar potensi profit sudah habis dinikmati oleh para insiders dan investor privat.
Sebagai tandingan, Hyperliquid hadir untuk menawarkan akses yang lebih terbuka melalui bursa terdesentralisasi khusus perdagangan perpetual futures. Model ini dirancang untuk memberikan alternatif bagi partisipan yang selama ini tidak mendapatkan kesempatan pada fase awal instrumen finansial tradisional.
Lebih lanjut, Yan menegaskan bahwa fokus utama proyeknya adalah membangun infrastruktur finansial yang inklusif untuk publik. Ia menyebut revenue hanyalah hasil sekunder, bukan tujuan utama Hyperliquid.



