Franklin Templeton memimpin pasar real-world asset (RWA) dari kelompok institusi keuangan tradisional dengan nilai penempatan dana mencapai $2,56 miliar, berdasarkan laporan terbaru dari The Block per Minggu (25/10). Dominasi ini disusul oleh BlackRock dengan $2,254 miliar lewat produk dana pasar uang BUIDL, serta WisdomTree di posisi ketiga dengan $1,251 miliar. Pemain lain seperti J.P. Morgan ($841 juta), ChinaAMC ($701 juta), dan Invesco ($656 juta) turut memperkuat posisi enam raksasa keuangan yang kini menguasai sekitar 85% dari total $9,6 miliar aset RWA ter-tokenisasi global.
​Pertumbuhan masif aset RWA di tingkat institusi tersebut secara langsung mendorong persaingan di tataran jaringan pendukung. Ethereum memang masih memegang nilai infrastruktur terbanyak melebihi $17 miliar, namun pangsa pasarnya menyusut dari di atas 60% ke bawah 45% seiring lonjakan adopsi di jaringan lain seperti BNB Chain, Solana, Stellar, dan Avalanche. Pergeseran ini menunjukkan institusi mulai memilih jaringan yang selaras dengan aturan hukum, izin akses (permissioning), serta keamanan privasi data mereka.
​Seiring kian beragamnya pilihan jaringan, fokus utama RWA kini bergeser ke tingkat efisiensi dan fungsi riil di pasar modal. Perusahaan manajemen treasury digital AVAX One, yang mengelola 14,1 juta token AVAX aktif staking, menyiapkan infrastruktur likuiditas, agunan, dan kepatuhan agar aset institusi dapat berputar fleksibel. Keberhasilan integrasi ini makin nyata lewat aksi BNY Mellon dan Citadel Securities yang mengeksekusi transaksi repo obligasi ter-tokenisasi pertama di platform triparty, menyelaraskan proyeksi Citigroup bahwa pasar RWA berpotensi menembus $3 triliun hingga $8,2 triliun pada 2030



