


Gedung Putih dijadwalkan menggelar rapat lanjutan pada Selasa (10/2) sore waktu setempat, yang mempertemukan perwakilan industri perbankan dan sektor kripto. Pertemuan ini bertujuan mencari titik temu terkait regulasi imbal hasil stablecoin, isu krusial yang selama ini memicu ketegangan "Bank vs Crypto" dan menghambat pengesahan RUU CLARITY Act.
​Sesi tertutup ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang berakhir deadlock. Pihak perbankan bersikeras menolak izin bagi penerbit stablecoin untuk memberikan bunga, dengan alasan kekhawatiran akan terjadinya penarikan dana nasabah besar-besaran dari sistem keuangan tradisional. Diskusi kali ini akan melibatkan staf senior dan asosiasi dagang untuk membahas detail teknis kompromi yang lebih praktis.
​Kedua kubu kini berada di bawah tekanan untuk merumuskan proposal kesepakatan sebelum tenggat waktu akhir Februari. Laporan terbaru menyebutkan industri kripto mulai melunakkan posisi dengan menawarkan peran lebih besar bagi bank komunitas dalam memegang hak kustodian cadangan dana. Hasil negosiasi ini dinilai sangat menentukan nasib legislasi aset digital di Kongres AS serta kerangka aturan pasar masa depan.