


Kepolisian Prancis berhasil menangkap enam orang tersangka terkait kasus penculikan seorang hakim wanita (35) dan ibunya (67) di wilayah Drome. Kedua korban mengalami penyekapan selama kurang lebih 30 jam di sebuah garasi sebelum akhirnya berhasil meloloskan diri pada Jumat (6/2) pagi. Jaksa penuntut Lyon, Thierry Dran, mengonfirmasi bahwa motif utama kejahatan ini adalah pemerasan aset kripto.
​Para penculik diketahui menargetkan pasangan sang hakim, yang merupakan eksekutif di sebuah perusahaan startup aset digital. Pelaku sempat mengirimkan pesan ancaman beserta foto sandera, menuntut pembayaran tebusan dalam bentuk mata uang kripto jika ingin korban selamat. Beruntung, kedua wanita tersebut berhasil membunyikan tanda bahaya dengan memukul pintu garasi dan kabur berkat bantuan warga sekitar tanpa ada tebusan yang dibayarkan.
​Penangkapan enam tersangka ini, termasuk satu orang di bawah umur, dilakukan setelah operasi pengejaran besar-besaran yang melibatkan 160 petugas pada Minggu (8/2). Kasus ini menambah daftar panjang insiden kekerasan fisikyang menargetkan pemilik aset kripto di Prancis. Para pelaku kini menghadapi ancaman hukuman penjara seumur hidup atas tuduhan penculikan terencana dan pemerasan dalam kelompok terorganisir.