

.png)
.png)

Pemerintah China dilaporkan menginstruksikan bank bank domestik untuk mulai menjual serta membatasi pembelian obligasi pemerintah Amerika Serikat. Kebijakan ini diambil seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa utang AS dapat mengekspos perbankan China pada volatilitas harga yang tajam.
Langkah tersebut mencerminkan kehati hatian otoritas keuangan China terhadap risiko pasar global, khususnya terkait lonjakan imbal hasil obligasi AS dan ketidakpastian fiskal jangka panjang di negara tersebut. Obligasi pemerintah AS selama ini menjadi salah satu instrumen cadangan devisa dan investasi luar negeri yang banyak digunakan lembaga keuangan global.
Dengan membatasi eksposur terhadap surat utang AS, China dinilai tengah melakukan penyesuaian strategi manajemen risiko di tengah dinamika suku bunga global dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Kebijakan ini juga berpotensi memengaruhi arus permintaan terhadap US Treasury di pasar internasional jika diikuti oleh lembaga keuangan besar lainnya.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan rinci mengenai skala penjualan maupun batasan pembelian yang diterapkan. Namun sinyal pengurangan kepemilikan obligasi AS oleh bank bank China menambah perhatian pasar terhadap stabilitas permintaan global terhadap utang pemerintah Amerika Serikat.