


​Google Threat Intelligence Group (GTIG) merilis laporan penemuan exploit kit bernama "Coruna" yang menargetkan pengguna iPhone dengan sistem operasi iOS 13 hingga 17.2.1. Perangkat lunak berbahaya ini awalnya merupakan alat spionase yang kini digunakan oleh kelompok kriminal untuk mencuri aset kripto secara masif. Serangan ini bekerja secara otomatis menyusup ke sistem perangkat tanpa memerlukan interaksi atau persetujuan dari pemilik ponsel.
​Modus operandi dilakukan dengan menyisipkan kode tersembunyi pada situs-situs keuangan palsu untuk mengeksploitasi celah keamanan pada perangkat iOS seri lama. Setelah terinfeksi, malware tersebut akan memindai data sensitif di dalam ponsel, termasuk catatan pribadi dan tangkapan layar kode QR. Fokus utamanya adalah mengekstraksi seed phrase yang tersimpan pada aplikasi Wallet populer seperti MetaMask, Trust Wallet, dan Phantom.
​Google mengonfirmasi bahwa aset kripto korban dapat dikuras secara otomatis jika malware berhasil menemukan data pemulihan akun atau urutan kata kunci rahasia. Hingga saat ini, kampanye serangan tersebut dilaporkan masih aktif menyasar pengguna yang belum memperbarui sistem operasinya. Pengguna iPhone sangat disarankan untuk segera melakukan pembaruan ke versi iOS terbaru guna menutup celah keamanan yang digunakan dalam serangan Coruna ini.