​Aktivitas mining aset kripto berbasis privasi, Zcash (ZEC), mencatatkan pertumbuhan signifikan sepanjang tahun 2026. Laporan riset manajer aset kripto Grayscale bertajuk The Stack yang dirilis pada Jumat (11/9) mengungkapkan bahwa mining power jaringan Zcash melonjak lebih dari 2,5 kali lipat tahun ini hingga menembus rekor baru di kisaran 27 GSol/s. Lonjakan profitabilitas ini disinyalir kian mendorong para miner memperkuat komputasi jaringan secara masif.
​Kepala Riset Grayscale, Zach Pandl, menyoroti bahwa kendati skala imbalan harian agregat Bitcoin jauh lebih besar, yakni sekitar $35 juta per hari dibanding $2 juta per hari milik Zcash, mining Zcash justru jauh lebih menguntungkan bagi miner individu. Berdasarkan estimasi Grayscale, reward bagi miner Zcash sekitar dua kali lipat lebih tinggi per unit rig dan empat kali lipat lebih menguntungkan per megawatt-hour (MWh) dibandingkan Bitcoin, bahkan dilaporkan melampaui margin keuntungan layanan cloud computing AI/HPC.
​Tingginya profitabilitas ini menciptakan siklus positif (virtuous circle) bagi ekosistem Zcash; kenaikan harga memicu peningkatan aktivitas mining, yang secara otomatis memperkokoh tingkat keamanan jaringan terdesentralisasi tersebut. Penguatan fundamental keamanan jaringan ini dinilai menjadi katalis krusial dalam menopang stabilitas dan valuasi jangka panjang Zcash di tengah ketatnya persaingan aset kripto berbasis proof-of-work (PoW).
​Per Senin (14/9), harga ZEC terpantau berada di kisaran harga $1.074 per token dengan kapitalisasi pasar mencapai $18,15 miliar. Kendati menunjukkan performa kuat secara tahunan, valuasi aset privasi ini masih terpaut jauh dari rekor all-time high (ATH) historisnya di kisaran $5.941 yang dicapai pada Oktober 2016 silam.



