Grayscale merilis laporan riset bertajuk Zcash and the Privacy Imperative yang menyoroti keunggulan fitur privasi jaringan Zcash di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI. Dalam analisis yang dipublikasikan pada 31 Agustus 2026 tersebut, kemajuan kecerdasan buatan dinilai kian memperbesar celah ancaman surveillance finansial, terutama pada sistem blockchain publik yang sangat transparan.
​Head of Research Grayscale Zach Pandl memaparkan bahwa adopsi alat AI memudahkan pihak luar menghubungkan data publik di blockchain dengan informasi off-chain. Langkah pelabelan alamat wallet kripto publik yang dulunya memakan waktu kini dapat berlangsung otomatis dan presisi. Menurut Pandl, kondisi ini memicu gelombang ketiga kebutuhan privasi finansial globalsetelah era komputerisasi perbankan pada dekade 1970-an dan lonjakan internet di era 1990-an. Dalam lanskap baru tersebut, fitur shielded transactions milik Zcash yang ditenagai kriptografi zero-knowledge dinilai menjadi solusi krusial untuk menyamarkan identitas pengirim, penerima, hingga rincian jumlah transfer.
​Penilaian tersebut memberikan bahan bakar narasi fundamental baru bagi para pelaku pasar kripto global. Koin privasi Zcash (ZEC) langsung merespons sentimen laporan tersebut lewat aksi beli agresif, mencatatkan kenaikan lebih dari 16% dalam kurun 24 jam terakhir pada perdagangan Jumat (4/9). Masuknya arus akumulasi modal di pasar spot menegaskan kembali daya tarik aset dengan fitur privasi terverifikasi di tengah sorotan terhadap transparansi data digital.
Aktivitas beli di pasar spot turut diikuti oleh penutupan posisi jual di bursa derivatif yang melibatkan penggunaan leverage. Kombinasi kedua faktor tersebut mempercepat laju pergerakan harga hingga membawa ZEC meroket naik menyentuh level level harga $949,37.



