

.png)
.png)

Koreksi tajam yang terjadi pada perusahaan-perusahaan bertema kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat mulai memunculkan kekhawatiran akan efek domino ke pasar global. Sejumlah pelaku pasar menilai sentimen negatif terhadap perusahaan seperti SpaceX menjadi salah satu pemicu meningkatnya aksi jual pada aset berisiko dalam beberapa hari terakhir.
Tekanan pertama kali terlihat di pasar saham teknologi Amerika Serikat. Setelah SpaceX dilaporkan kehilangan sekitar $400 miliar nilai pasar dalam satu hari dan xAI menghadapi berbagai sentimen negatif terkait bisnis AI, investor mulai mempertanyakan tingginya valuasi sektor AI yang selama ini menjadi motor utama reli pasar.
Dampaknya langsung terasa pada kontrak berjangka indeks saham AS. Nasdaq Futures bergerak melemah seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa koreksi pada perusahaan-perusahaan AI dapat meluas ke saham teknologi lainnya. Investor mulai melakukan aksi ambil untung pada sejumlah saham yang sebelumnya menjadi penerima manfaat utama dari euforia AI.
Tekanan juga menjalar ke pasar Jepang. Indeks saham Jepang, khususnya Nikkei 225, ikut tertekan karena banyak emiten teknologi, semikonduktor, dan industri manufaktur Jepang memiliki keterkaitan erat dengan rantai pasok AI global. Pelemahan sentimen terhadap sektor AI dan teknologi AS membuat investor mengurangi eksposur terhadap saham-saham teknologi Jepang yang sebelumnya menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari lonjakan investasi AI.
Sentimen negatif tersebut kemudian merambat ke Asia. Di Hong Kong, indeks Hang Seng mengalami tekanan karena banyak perusahaan teknologi China dan emiten yang terkait rantai pasok AI ikut terkena aksi jual. Investor khawatir perlambatan sentimen terhadap sektor AI global dapat memengaruhi prospek pertumbuhan perusahaan teknologi Asia.
Korea Selatan menjadi salah satu pasar yang paling terdampak. Saham-saham semikonduktor dan teknologi yang selama ini menjadi pemasok utama kebutuhan AI global ikut mengalami tekanan. Perusahaan seperti Samsung Electronics dan SK Hynix berada di garis depan sentimen tersebut karena memiliki keterkaitan erat dengan industri chip AI dan pusat data global.
Aksi jual yang meluas mendorong indeks saham Korea Selatan mengalami penurunan tajam hingga sempat memicu penghentian perdagangan sementara (trading halt) di KOSPI. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa reli sektor AI yang telah berlangsung selama beberapa tahun mulai memasuki fase konsolidasi yang lebih dalam.
Ketika investor mulai mengurangi eksposur terhadap saham teknologi global, tekanan kemudian meluas ke berbagai aset berisiko lainnya. Bitcoin yang selama beberapa tahun terakhir menunjukkan korelasi cukup tinggi dengan saham teknologi ikut terkena dampaknya.
Sejumlah analis menilai Bitcoin saat ini semakin diperlakukan sebagai aset growth oleh investor institusional. Akibatnya, ketika terjadi aksi risk-off di pasar global, aset kripto terbesar tersebut cenderung ikut dijual bersama saham teknologi dan aset spekulatif lainnya.