asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconfusionist iconACEUSDT0.2711+0.1573 ( +138.23% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT62,752.6-1193.23 ( -1.87% )
tether usd iconopeneden iconEDENUSDT0.05284+0.00455 ( +9.42% )
tether usd iconepic chain iconEPICUSDT0.3373-0.0044 ( -1.29% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT1,871.49-23.94 ( -1.26% )
tether usd iconhumanity protocol iconHUSDT0.11921+0.02474 ( +26.19% )
tether usd iconheima iconHEIUSDT0.1546+0.0264 ( +20.59% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT75.37-1.13 ( -1.48% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.03327-0.01409 ( -29.75% )
Powered by
powered by triv
News

AS Tunda Beri Sanksi DeepSeek dan 100+ Perusahaan China Demi Redam Ketegangan Dengan China

User
June 17, 2026 | 13:54 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
June 17, 2026 | 13:54 WIB
AS Tunda Beri Sanksi DeepSeek dan 100+ Perusahaan China Demi Redam Ketegangan Dengan China

Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan menunda rencana memasukkan perusahaan AI China, DeepSeek, beserta lebih dari 100 perusahaan lainnya ke dalam daftar hitam perdagangan karena khawatir langkah tersebut dapat memperburuk hubungan dengan Beijing.

Menurut Reuters, perusahaan-perusahaan yang sedang dipertimbangkan untuk masuk ke daftar pembatasan ekspor AS dianggap memiliki potensi risiko terhadap keamanan nasional. Namun hingga saat ini, Washington memilih untuk tidak mengambil tindakan langsung.

Keputusan tersebut menunjukkan adanya pertimbangan geopolitik yang semakin kompleks dalam persaingan teknologi antara dua ekonomi terbesar dunia. Di satu sisi, AS berupaya membatasi akses China terhadap teknologi strategis. Di sisi lain, pemerintah juga berusaha menghindari eskalasi yang dapat memicu respons balasan dari Beijing.

DeepSeek menjadi salah satu perusahaan AI China yang paling banyak mendapat perhatian dalam beberapa bulan terakhir. Model AI yang dikembangkan perusahaan tersebut dinilai mampu bersaing dengan sejumlah model kecerdasan buatan terkemuka dari Amerika Serikat dengan biaya pengembangan yang relatif lebih rendah.

Sebelumnya, Washington telah memberlakukan berbagai pembatasan terhadap ekspor chip AI canggih dan teknologi semikonduktor ke China. Langkah tersebut bertujuan memperlambat kemajuan teknologi yang dinilai dapat digunakan untuk kepentingan militer maupun keamanan nasional.

Namun, memasukkan perusahaan ke dalam daftar hitam perdagangan merupakan langkah yang lebih agresif karena dapat membatasi akses mereka terhadap teknologi, perangkat lunak, dan komponen penting yang berasal dari Amerika Serikat.

Penundaan ini mengindikasikan bahwa pemerintahan AS saat ini masih berupaya menyeimbangkan kepentingan keamanan nasional dengan stabilitas hubungan ekonomi dan diplomatik dengan China. Terlebih, kedua negara masih terlibat dalam berbagai negosiasi terkait perdagangan, teknologi, dan keamanan global.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan