Kalshi mendapat sorotan regulator AS setelah hampir satu juta transaksi dengan nilai nyaris identik sekitar $5.500 membanjiri satu pasar perpetual Ether sejak Agustus. Menurut laporan The Wall Street Journal, total volume dari pola transaksi tersebut mencapai sekitar $5 miliar.
Aktivitas tersebut menarik perhatian Commodity Futures Trading Commission (CFTC), yang dilaporkan tengah meninjau pola perdagangan tidak biasa pada kontrak perpetual ETH Kalshi. Besarnya volume menjadi perhatian karena transaksi berulang muncul dengan ukuran yang sangat seragam.
Pola tersebut sebelumnya memicu tuduhan bahwa sebagian volume perdagangan kripto Kalshi mungkin tidak mencerminkan aktivitas pasar secara organik. Namun, Kalshi membantah adanya wash trading atau transaksi yang sengaja dilakukan untuk menciptakan kesan volume tinggi, dan menyebut aktivitas tersebut sebagai perdagangan normal dari market maker.
Kalshi memang telah memperluas bisnisnya dari prediction market ke derivatif kripto. CFTC sebelumnya menyetujui kontrak perpetual Bitcoin Kalshi pada Mei 2026 sebagai kontrak futures yang mengacu pada harga spot Bitcoin.


.png)
