asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.698+0.015 ( +2.2% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT77,245.7+154.95 ( +0.2% )
tether usd iconcivic iconCVCUSDT0.03629+0.01408 ( +63.4% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,505.72-10.54 ( -0.42% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT78.087-1.41 ( -1.77% )
tether usd iconlisk iconLSKUSDT0.9803+0.7272 ( +287.32% )
tether usd iconmagiccraft iconMCRTUSDT0.00011882-0.00001111 ( -8.55% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT100.88-0.42 ( -0.42% )
tether usd iconsteem iconSTEEMUSDT0.06177+0.01355 ( +28.1% )
Powered by
powered by triv
News

Harga Minyak Mentah Naik ke $67, Bitcoin Turun di Bawah $63.000

User
February 24, 2026 | 13:59 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
February 24, 2026 | 13:59 WIB
Harga Minyak Mentah Naik ke $67, Bitcoin Turun di Bawah $63.000

Harga minyak mentah menguat ke level $67 per barel dan menjadi posisi tertinggi sejak Agustus. Kenaikan ini memicu perhatian pelaku pasar karena berpotensi mendorong tekanan inflasi global, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih sensitif terhadap perubahan harga energi.

Di saat yang sama, Bitcoin dilaporkan baru saja turun di bawah $63.000. Penurunan ini terjadi ketika sentimen risiko global kembali melemah, seiring kekhawatiran bahwa kenaikan harga energi dapat memperumit arah kebijakan moneter.

Penguatan minyak umumnya meningkatkan ekspektasi inflasi karena energi merupakan komponen utama biaya produksi dan distribusi. Jika harga bahan bakar naik, biaya logistik dan operasional perusahaan ikut terdorong. Kondisi ini berpotensi membuat bank sentral lebih berhati hati dalam menurunkan suku bunga, atau bahkan mempertahankan kebijakan ketat lebih lama.

Di pasar saham, kenaikan minyak sering kali menguntungkan sektor energi karena prospek pendapatan membaik. Namun sektor lain seperti transportasi, manufaktur, dan consumer discretionary bisa tertekan akibat kenaikan biaya. Saham teknologi juga berisiko terdampak jika kenaikan inflasi mendorong yield obligasi naik dan memperketat likuiditas.

Untuk pasar kripto, dampaknya lebih melalui jalur sentimen dan likuiditas. Jika kenaikan minyak memperkuat narasi inflasi dan kebijakan moneter ketat, aset berisiko termasuk Bitcoin cenderung mengalami tekanan. Penurunan Bitcoin di bawah $63.000 mencerminkan meningkatnya kehati hatian investor terhadap aset volatil di tengah ketidakpastian makro.

Pasar kini akan mencermati apakah lonjakan minyak ini bersifat sementara atau berlanjut. Jika harga energi tetap tinggi, fokus investor kemungkinan akan tertuju pada inflasi, suku bunga, dan dampaknya terhadap saham serta kripto dalam beberapa pekan ke depan.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan