


​Harga minyak mentah Brent resmi melampaui level psikologis $100 per barel untuk pertama kalinya sejak November 2022 pada pembukaan perdagangan Senin (9/3). Lonjakan tajam sebesar 9,38% ini dipicu oleh lumpuhnya pasokan minyak Irak hingga 3 juta barel per hari akibat eskalasi serangan militer di Timur Tengah. Ketegangan geopolitik yang memanas antara Israel dan Iran ini juga memberikan tekanan besar pada market kripto, yang memaksa harga Bitcoin terkoreksi ke area $66.000.
​Kekhawatiran terhadap penutupan Selat Hormuz serta pemangkasan produksi mendadak dari Kuwait dan Uni Emirat Arab memperparah kelangkaan stok energi global. Proyeksi Qatar mengenai harga minyak yang bisa menyentuh $150 kini menjadi ancaman nyata seiring rendahnya peluang gencatan senjata di platform prediksi. Situasi fundamental yang tidak menentu ini memicu volatilitas tinggi di seluruh market, memaksa para pelaku industri mengantisipasi guncangan inflasi global yang lebih luas.