asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
tether usd iconlorenzo protocol iconBANKUSDT0.06609-0.10337 ( -61.0% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT64,868.0+923.99 ( +1.45% )
tether usd iconcoti iconCOTIUSDT0.01519-0.00298 ( -16.4% )
tether usd icondexe iconDEXEUSDT2.42-0.408 ( -14.43% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT1,922.06+28.35 ( +1.5% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT54.781+0.03 ( +0.05% )
tether usd iconpepe iconPEPEUSDT0.00000277+0.00000005 ( +1.84% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT74.7+1.58 ( +2.16% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.0904+0.0214 ( +2.0% )
Powered by
powered by triv
News

Hong Kong Siap Terbitkan Lisensi Stablecoin Pada Kuartal 1 2026

User
January 27, 2026 | 13:20 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
January 27, 2026 | 13:20 WIB
Hong Kong Siap Terbitkan Lisensi Stablecoin Pada Kuartal 1 2026

Pemerintah Hong Kong berencana menerbitkan gelombang pertama lisensi stablecoin pada kuartal pertama tahun ini. Kepastian tersebut disampaikan oleh Sekretaris Keuangan Hong Kong Paul Chan Mo-po dalam forum World Economic Forum di Davos.

Dalam pernyataan tertutup yang dilaporkan oleh South China Morning Post, Paul Chan menegaskan bahwa Hong Kong memandang aset digital sebagai bentuk inovasi keuangan yang perlu diadopsi. Namun, adopsi tersebut harus berada dalam kerangka regulasi yang menjaga stabilitas sistem keuangan, integritas pasar, serta perlindungan investor.

Langkah ini menempatkan Hong Kong sebagai salah satu pusat keuangan internasional besar pertama yang secara formal mengatur stablecoin berbasis fiat, di tengah pengetatan pengawasan global terhadap token pembayaran digital. Di kawasan Asia, Jepang telah lebih dahulu meluncurkan stablecoin berlisensi yang dipatok ke mata uang domestiknya.

Rezim stablecoin Hong Kong juga dipandang sebagai pelengkap offshore bagi yuan digital milik China. Kerangka ini memungkinkan eksperimen keuangan terregulasi di luar daratan utama, sejalan dengan kebijakan pengendalian arus modal Beijing.

Berbeda dengan yuan digital yang difokuskan pada pembayaran domestik dan uji coba lintas batas yang terkontrol, stablecoin berlisensi di Hong Kong berpotensi mendukung penyelesaian internasional, tokenisasi aset, serta berbagai use case institusional yang tidak tercakup dalam desain tertutup yuan digital.

Sebelumnya, Beijing kerap memanfaatkan Hong Kong sebagai laboratorium offshore untuk pengembangan infrastruktur keuangan, termasuk melalui skema Stock Connect dan Bond Connect, serta partisipasi bersama dalam proyek pembayaran lintas negara seperti mBridge.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan