asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT76,787.5-517.17 ( -0.67% )
EDENUSDT0.0724-0.0151 ( -17.26% )
ETHUSDT2,100.06-12.08 ( -0.57% )
HYPEUSDT59.59-3.65 ( -5.77% )
NILUSDT0.07341-0.00568 ( -7.18% )
PONDUSDT0.00263+0.00124 ( +89.21% )
SOLUSDT84.49-1.31 ( -1.53% )
TRXUSDT0.3737+0.007 ( +1.91% )
WLDUSDT0.3674+0.0703 ( +23.66% )
Powered by
News

Indonesia dan India Kompak Blokir Polymarket

User
May 26, 2026 | 14:42 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
May 26, 2026 | 14:42 WIB
Indonesia dan India Kompak Blokir Polymarket

Platform prediction market berbasis kripto, Polymarket, kini menghadapi tekanan regulasi besar di Asia setelah India dan Indonesia sama sama mengambil langkah pemblokiran terhadap layanan tersebut.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital resmi memblokir akses ke Polymarket dengan alasan platform tersebut dikategorikan sebagai perjudian online berkedok prediction market. Pemerintah menegaskan penggunaan blockchain atau aset kripto tidak mengubah sifat aktivitas taruhan atas peristiwa yang belum pasti.

Langkah Indonesia terjadi tidak lama setelah India mulai memperketat pengawasan terhadap prediction market berbasis kripto. Otoritas India disebut mulai melakukan tindakan terhadap Polymarket dan berpotensi memperluas pengawasan ke platform serupa lainnya seperti Kalshi.

Di Indonesia, perhatian terhadap Polymarket meningkat setelah muncul market yang memungkinkan pengguna bertaruh mengenai kemungkinan Presiden Prabowo Subianto meninggalkan jabatannya sebelum 2029. Market tersebut memicu reaksi cepat pemerintah dan langsung menjadi sorotan publik nasional.

Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan prediction market tetap dianggap sebagai praktik perjudian karena melibatkan spekulasi finansial atas hasil suatu kejadian di masa depan. Pemerintah juga mulai menelusuri akun media sosial yang terafiliasi dengan Polymarket untuk memperluas pemblokiran lintas platform digital.

Tekanan terhadap prediction market sebenarnya tidak hanya terjadi di Asia. Sejumlah negara lain seperti Singapura, Brasil, Belgia, hingga Portugal juga telah mengambil langkah pembatasan terhadap Polymarket dalam beberapa tahun terakhir akibat isu regulasi perjudian dan derivatif ilegal.

Copiedbagikan