


Firma intelijen blockchain TRM Labs melaporkan bahwa aktivitas transaksi on-chain Monero tetap stabil dan bertahan di atas level tahun 2022 sepanjang periode 2024–2025. Padahal, aset kripto berbasis privasi ini telah dihapus atau dibatasi oleh sedikitnya 73 exchange kripto global, termasuk platform besar seperti Binance dan Coinbase, akibat tekanan regulasi.
​Dalam laporan yang dirilis pada 13 Februari 2026, TRM Labs mengungkapkan bahwa meski kelompok ransomware secara teori lebih memilih Monero karena fitur anonimitasnya, akan tetapi pada realitanya mayoritas pembayaran tebusan di dunia nyata tetap dilakukan menggunakan Bitcoin. Faktor likuiditas yang lebih tinggi dan kemudahan akses konversi menjadi fiat merupakan alasan utama Bitcoin tetap mendominasi pembayaran tebusan dibandingkan Monero yang pasarnya kini semakin terfragmentasi.
​Namun, ketergantungan pada Monero di pasar gelap (darknet) menunjukkan adanya tren peningkatan. Data menunjukkan bahwa hampir 48% pasar gelap baru yang muncul sepanjang tahun 2025 kini hanya mendukung pembayaran eksklusif menggunakan XMR. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya kemampuan pelacakan penegak hukum pada aset kripto transparan seperti Bitcoin dan stablecoin.