


​Industri kripto siap masuk ke era robotik yang sepenuhnya otonom. Jaringan Layer 1 khusus DePIN, Peaq, baru saja mewujudkan skenario tersebut lewat demonstrasi robot delivery Serve Robotics di jalanan Seoul, Korea Selatan, pada Jumat, (22/5). Dalam uji coba ini, sebuah robot pengirim barang mampu menyewa peta digital, mengambil keputusan rute secara mandiri, dan membayar biaya layanannya sendiri tanpa melibatkan campur tangan manusia.
​Robot tersebut beroperasi menggunakan peaqOS, sebuah sistem operasi besutan Peaq yang bertindak layaknya Android untuk robot, dan mengakses marketplace layanan mesin bernama robotic.sh. Guna menavigasi rute, robot ini secara mandiri menyewa data dari platform navigasi NAVER Maps. Saat mendapati trotoar terblokir di tengah jalan, robot mampu mengambil keputusan rerouting secara otonom dan langsung menyelesaikan transaksi pembayarannya menggunakan stablecoin Tether atau USDT di jaringan Solana.
​Demo ini memperkenalkan konsep baru bertajuk pay-per-skill robotics, di mana robot tidak lagi sekadar menjadi aset pasif perusahaan, melainkan aktor ekonomi independen yang bisa menghasilkan dan membelanjakan modal mereka sendiri. Integrasi ini memastikan seluruh rekaman data identitas terdesentralisasi atau DID, embedded wallets, hingga verifikasi tugas tersimpan secara transparan dan verifiable on-chain. Lewat peluncuran robotic.sh, Peaq membuka pintu bagi jutaan perangkat otonom lain mulai dari drone hingga robot humanoid untuk saling bertransaksi dan memanfaatkan berbagai layanan berbasis mesin di masa depan.