asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
AIDOGEUSDT0.000000000018291+0.00000000000145 ( +8.62% )
AKIUSDT0.000322-0.000016 ( -4.73% )
AVLUSDT0.0374-0.02159 ( -36.6% )
BTCUSDT80,515.1-1410.76 ( -1.72% )
ETHUSDT2,277.42-59.74 ( -2.56% )
OSMOUSDT0.0601-0.021 ( -25.89% )
SAGAUSDT0.05167+0.02707 ( +110.04% )
SOLUSDT94.55-3.18 ( -3.25% )
SOLVUSDT0.00549+0.00095 ( +20.93% )
Powered by
News

Inflasi AS Memanas, Harga Bitcoin Terkoreksi di Bawah Level $80.000

User
May 12, 2026 | 23:58 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
May 13, 2026 | 00:01 WIB
Inflasi AS Memanas, Harga Bitcoin Terkoreksi di Bawah Level $80.000

​Harga Bitcoin mengalami penurunan sebesar 1,23% hingga menyentuh level harga di bawah $80.000. Pergerakan ini dipicu oleh rilis data inflasi Amerika Serikat bulan April yang tercatat naik 3,8%, melampaui perkiraan. Kondisi ini memperlemah ekspektasi investor terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat.

​Selain tekanan makroekonomi, aksi jual masif dari raksasa miner bitcoin turut menekan harga. Marathon Digital Holdings dilaporkan telah menjual 20.880 BTC senilai kurang lebih $1,5 miliar untuk mendanai transisi perusahaan sebagai data center AI. Meskipun instrumen ETF Bitcoin Spot di AS masih mencatatkan net inflow sebesar 333 BTC per 11 Mei, sentimen market tetap cenderung hati-hati akibat situasi geopolitik dan tekanan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan.

​​Fokus market kini juga tertuju pada transisi kepemimpinan di The Fed setelah Senat resmi mengonfirmasi Kevin Warsh sebagai Gubernur baru. Investor mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember mendatang jika inflasi tidak kunjung mereda, terutama dengan adanya rencana perubahan rezim di internal the Fed yang dibawa oleh Warsh.

Copiedbagikan