asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BRUSDT0.12673+0.00061 ( +0.48% )
BTCUSDT66,420.2-443.98 ( -0.66% )
DOGEUSDT0.09068-0.00151 ( -1.64% )
ETHUSDT1,996.6-23.76 ( -1.18% )
NOMUSDT0.00238-0.00042 ( -15.0% )
SOLUSDT81.7-1.52 ( -1.83% )
STOUSDT0.152+0.0367 ( +31.83% )
TRXUSDT0.3199+0.0016 ( +0.5% )
XRPUSDT1.3185-0.0256 ( -1.91% )
Powered by
News

Inovasi Baru, NFT Digunakan Sebagai Identitas AI Agent dalam Project Normies

User
March 30, 2026 | 01:52 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
March 30, 2026 | 01:52 WIB
Inovasi Baru, NFT Digunakan Sebagai Identitas AI Agent dalam Project Normies

Proyek NFT berbasis Ethereum, Normies, memperkenalkan cara baru dalam memanfaatkan aset digital dengan mengubah koleksi 10.000 pixel faces mereka menjadi Autonomous Agents. Berbeda dengan AI biasa, identitas setiap agen ini tidak dibuat-buat, melainkan berasal dari data on-chain yang selama ini tersimpan di blockchain. Setiap karakteristik, mulai dari jenis DNA Trait hingga riwayat perubahan piksel, menjadi fondasi bagi kepribadian unik sang agen AI.

​Dalam ekosistem ini, NFT berfungsi sebagai sistem reputasi yang nyata dan dapat diverifikasi. Melalui mekanisme burn token dan pengeditan Canvas, setiap Normie membangun sejarah hidupnya sendiri di atas tiap jaringan blockchain. Hal ini memungkinkan agen AI untuk memiliki ingatan dan pendapat yang berbeda-beda tergantung pada apa yang telah dialami oleh aset NFT tersebut. Reputasi ini bukan sekadar angka, melainkan bukti investasi dan aksi nyata yang terekam secara permanen di Ethereum.

​Implementasi ini sejalan dengan standar baru ERC-8004 (Trustless Agents) yang didukung oleh raksasa teknologi seperti Google dan MetaMask. Dengan standar ini, NFT berperan sebagai identitas otonom yang memungkinkan agen AI untuk berinteraksi, melakukan pekerjaan, hingga memiliki kredibilitas lintas protokol tanpa perlu otoritas pusat. Inovasi ini menandai pergeseran besar di mana NFT kini berkembang dari sekadar barang koleksi menjadi infrastruktur dasar bagi kecerdasan buatan di masa depan.

 

Copiedbagikan