Pendiri Visser Labs sekaligus Head of AI Macro Nexus Research di 22V Research, Jordi Visser, menilai aset kripto berpotensi meraih keuntungan lebih besar dari lonjakan tren kecerdasan buatan (AI) dibandingkan saham-saham AI itu sendiri. Pada Selasa (27/10), Visser menyatakan bahwa pesatnya adopsi AI agent menjadi penggerak utama yang meningkatkan permintaan pembayaran berbasis kripto dan aset ter-tokenisasi (tokenized assets).
​Visser menganalogikan kehadiran AI agent di pasar kripto seperti kemunculan ponsel pintar dan app store pada era teknologi seluler. Menurut veteran investasi yang berpengalaman selama 30 tahun tersebut, dorongan aktivitas AI agent menciptakan peluang investasi baru di luar perusahaan penyedia infrastruktur komputasi, sementara reli harga saham AI dinilai mulai mengalami penurunan momentum dan menunjukkan volatilitas yang lebih tinggi dari Bitcoin.
​Atas dasar pertimbangan tersebut, Visser memperluas portofolio kriptonya dari yang sebelumnya hanya berfokus pada Bitcoin, Ether, dan Solana menjadi indeks berbobot setara yang mencakup 42 token serta empat saham terdaftar. Lebih lanjut, ia mengamati Dogecoin sebagai indikator kembalinya partisipasi investor ritel serta menempatkan privacy coin seperti Zcash dan Monero sebagai target investasi selanjutnya



