


Rencana SpaceX untuk melantai di bursa saham Nasdaq senilai $75 miliar diproyeksikan bakal menjadi berkah besar bagi industri keuangan digital, khususnya di sektor tokenisasi saham (Real World Assets/RWA). Berdasarkan laporan dari Ledger Insights, langkah perusahaan milik Elon Musk menjadi perusahaan publik seharusnya tidak akan meredupkan market kripto . Sebaliknya, bursa kripto global seperti Kraken dan Bybit menilai momentum ini akan membuat akses investasi saham menjadi jauh lebih adil bagi masyarakat umum di seluruh dunia yang selama ini sulit membeli saham IPO di Amerika Serikat karena keterbatasan modal atau batasan wilayah.
​Saat ini, masyarakat bisa membeli versi tokenisasi dari saham AS melalui platform seperti Ondo Global Markets dan xStocks milik Kraken, yang mengelola dana gabungan sebesar $1.5 miIiar. Produk ini bekerja dengan metode penjaminan satu-banding-satu dengan saham aslinya di dunia nyata. Meskipun bursa saham konvensional sempat menilai status publik SpaceX akan menghilangkan efek kelangkaan sahamnya, laporan Ledger Insights justru melihat daya tarik Elon Musk di kalangan komunitas kripto akan membuat versi tokenisasi saham SpaceX melesat tinggi, seperti yang sudah terjadi pada saham Tesla.
​Dampak positif dari fenomena SpaceX ini juga memicu adopsi teknologi blockchain secara massal di tingkat institusi keuangan tradisional. Lembaga kliring AS, Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC), bahkan sudah bersiap melakukan uji coba sistem tokenisasi saham resmi mereka bulan depan dengan target peluncuran penuh pada Oktober. Infrastruktur baru ini nantinya akan didukung langsung oleh bursa saham NYSE dan Nasdaq guna memastikan transaksi saham di masa depan bisa berjalan selama 24 jam penuh, lebih murah, dan selesai dalam hitungan detik.