


​Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara tegas membantah klaim bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) telah berhasil mengawal kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz. Bantahan dari juru bicara IRGC ini rupanya sejalan dengan konfirmasi dari sumber internal militer AS sendiri. Mengutip laporan jurnalis senior Jennifer Griffin, sumber militer menegaskan bahwa belum ada satu pun aset militer AS yang dikerahkan untuk operasi pengawalan di jalur perairan strategis tersebut.
​Fakta di lapangan ini langsung mematahkan klaim sepihak yang sempat dilontarkan oleh Menteri Energi AS, Chris Wright. Menyadari blunder fatal tersebut, Wright dilaporkan langsung menghapus cuitannya di platform X yang sebelumnya membanggakan keberhasilan armada AS dalam mengawal kapal tanker di tengah tingginya tensi geopolitik Timur Tengah.
​Merespons kekacauan informasi dan batalnya intervensi militer AS di Selat Hormuz ini membuat harga minyak mentah dunia langsung bereaksi dan naik kembali menembus level $80 per barel.