


​Proses negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran kembali menunjukkan perkembangan signifikan terkait pemulihan jalur energi global. Melansir laporan terbaru dari Nikkei dan Reuters pada Senin (25/5) waktu setempat, pihak Iran berkomitmen untuk membuka kembali Selat Hormuz secara penuh dalam kurun waktu 30 hari setelah nota kesepakatan damai dengan AS resmi ditandatangani oleh kedua belah pihak.
​Berdasarkan dokumen draf yang dihimpun, skema tersebut mencakup masa transisi selama 30 hari di mana militer Iran akan melakukan pembersihan ranjau laut di sepanjang jalur selat strategis tersebut. Setelah proses pembersihan oleh Iran rampung, kapal tanker dan kapal dagang dari seluruh negara dipastikan dapat kembali bernavigasi secara bebas dan aman, sekaligus memperpanjang masa gencatan senjata yang telah disepakati sejak awal April lalu selama 60 hari ke depan.
​Pihak kementerian luar negeri Iran melalui juru bicara Esmaeil Baghaei menegaskan bahwa perkembangan draf kesepakatan 14 poin ini masih bersifat awal dan belum mendekati proses penandatanganan final. Antisipasi dari market global saat ini tetap tinggi, mengingat pemulihan jalur Selat Hormuz yang biasanya menampung seperlima pasokan minyak dunia tersebut akan menjadi katalis utama dalam meredam krisis energi jangka panjang.