asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BOOSTUSDT0.0000104-0.000004 ( -28.52% )
BTCUSDT72,364.0+914.55 ( +1.28% )
ESEUSDT0.004572+0.002615 ( +133.62% )
ETHUSDT2,112.42+50.7 ( +2.46% )
MYXUSDT0.2944-0.0078 ( -2.58% )
PIPPINUSDT0.36435+0.035692 ( +10.86% )
SOLUSDT90.79+0.83 ( +0.92% )
XAUTUSDT5,099.7-45.28 ( -0.88% )
XRPUSDT1.4243+0.0227 ( +1.62% )
Powered by
News

Iran Siap Stop Program Nuklir Jika AS Ajukan Alternatif

User
March 5, 2026 | 18:51 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
March 5, 2026 | 18:51 WIB
Iran Siap Stop Program Nuklir Jika AS Ajukan Alternatif

Iran menyatakan kesediaannya untuk meninggalkan program nuklirnya dengan syarat Amerika Serikat mengajukan tawaran alternatif yang dinilai memuaskan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran dalam laporan media internasional. 

Menurut pejabat Iran tersebut, keputusan untuk menghentikan program nuklir hanya dapat dipertimbangkan jika Washington menawarkan solusi yang dapat menggantikan program tersebut secara layak dan menguntungkan bagi Teheran. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya. 

Namun laporan media Iran kemudian menjelaskan bahwa komentar tersebut merujuk pada diskusi diplomatik yang pernah berlangsung sebelumnya, bukan proposal baru yang diajukan dalam situasi konflik saat ini. Penjelasan tersebut diberikan untuk menghindari kesalahpahaman mengenai posisi resmi pemerintah Iran. 

Isu program nuklir Iran telah lama menjadi sumber ketegangan antara Teheran dan negara negara Barat. Perundingan mengenai pembatasan program nuklir Iran telah berlangsung selama bertahun tahun dengan berbagai upaya diplomasi, termasuk melalui perantara negara seperti Oman. 

Perselisihan utama dalam negosiasi biasanya berkaitan dengan hak Iran untuk memperkaya uranium serta tuntutan negara Barat agar program tersebut dibatasi guna mencegah potensi pengembangan senjata nuklir. Iran sendiri berulang kali menyatakan bahwa program nuklirnya bertujuan untuk penggunaan sipil dan energi, bukan untuk pengembangan senjata. 

Pernyataan terbaru mengenai kemungkinan meninggalkan program nuklir menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih terbuka, meskipun hubungan antara kedua negara tetap tegang dan belum ada kesepakatan konkret yang tercapai hingga saat ini.

Copiedbagikan