


​Israel dilaporkan menyerang Lebanon di tengah kesepakatan gencatan senjata yang baru saja disepakati pada Rabu (08/04) waktu setempat. Merespons eskalasi militer terbaru tersebut, pihak Iran langsung mengeluarkan peringatan keras bahwa mereka akan segera menarik diri dari perjanjian gencatan dua minggu itu jika Israel terus melanjutkan serangannya ke wilayah Lebanon.
​Menanggapi situasi yang kembali memanas pada Rabu (08/04) tersebut, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif melaporkan adanya sejumlah pelanggaran di beberapa titik zona konflik. Sharif mendesak seluruh pihak untuk menahan diri dan menghormati komitmen gencatan senjata yang telah disepakati agar proses diplomasi menuju penyelesaian damai tetap dapat berjalan.
​Ketegangan baru ini semakin memanas setelah Gedung Putih memberikan pernyataan kepada Axios bahwa kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran ternyata tidak mencakup wilayah Lebanon. Pengecualian ini memicu celah konflik baru yang mengancam batalnya seluruh upaya de-eskalasi. Saat ini, fokus tertuju pada apakah negosiasi lanjutan di Islamabad tetap dapat terlaksana pada Jumat mendatang di tengah pelanggaran yang terus dilaporkan.