

.png)
.png)

Presiden Donald Trump dilaporkan membuka kemungkinan untuk menunda batas waktu ultimatum terhadap Iran jika terdapat indikasi bahwa kesepakatan sedang mendekati final.
Menurut laporan Axios, penundaan dapat terjadi apabila negosiasi menunjukkan perkembangan yang signifikan, meskipun deadline sebelumnya ditetapkan pada Selasa pukul 20.00 waktu AS.
Langkah ini mencerminkan pendekatan ganda yang diterapkan oleh pemerintah AS, yaitu tetap memberikan tekanan militer sambil membuka ruang bagi solusi diplomatik.
Sebelumnya, Trump telah beberapa kali menunda ultimatum serupa dalam konflik ini, yang menunjukkan fleksibilitas dalam strategi negosiasi di tengah situasi yang terus berubah.
Meski demikian, tekanan tetap tinggi karena tenggat waktu semakin dekat, sementara peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu singkat masih dinilai terbatas.
Perkembangan ini terjadi di tengah ancaman eskalasi konflik yang lebih luas, termasuk potensi serangan terhadap infrastruktur strategis Iran jika tuntutan tidak dipenuhi.
Dengan dinamika yang terus berubah, keputusan untuk menunda atau melanjutkan ultimatum akan menjadi faktor kunci yang menentukan arah konflik dalam jangka pendek.