


​Co-founder Ledger, Éric Larchevêque, mendesak agar pemilik aset kripto diizinkan memiliki senjata api untuk pertahanan diri. Pernyataan kontroversial ini muncul menyusul gelombang serangan kekerasan dan penculikan terhadap investor aset digital di Prancis. Larchevêque menegaskan bahwa investor kripto harus memiliki hak untuk membela diri dari penyusup tanpa rasa takut akan hukuman penjara.
​Tuntutan keras ini dipicu oleh pengalaman traumatis penculikan rekan sesama pendiri Ledger, David Balland, yang menyertakan video potongan jari sebagai ancaman. Para penculik menuntut tebusan sebesar $11,5 juta dalam bentuk Bitcoin. Insiden sadis tersebut memaksa Larchevêque menyewa jasa keamanan swasta, karena ia menilai metode keamanan konvensional tidak lagi cukup untuk melindungi kekayaan digital.
​Larchevêque menekankan bahwa hak membela diri adalah kebutuhan mendasar bagi mereka yang menyimpan hasil kerja keras seumur hidup dalam bentuk kripto. Ia mengaku tidak akan bisa tidur nyenyak jika kekayaannya disimpan dalam mata uang tradisional seperti Euro. Di tengah meningkatnya kejahatan terhadap pengusaha kripto, ia menilai kepemilikan senjata adalah solusi praktis menghadapi ancaman fisik yang kian nyata.