asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
ALLOUSDT0.3748-0.0702 ( -15.78% )
BUSDT0.11591+0.00218 ( +1.92% )
BTCUSDT64,837.4+2531.49 ( +4.06% )
ETHUSDT1,874.85+104.54 ( +5.91% )
HEIUSDT0.1099+0.0117 ( +11.91% )
HYPEUSDT64.991+1.66 ( +2.62% )
IAGUSDT0.02597+0.00262 ( +11.22% )
SOLUSDT77.55+2.25 ( +2.99% )
XRPUSDT1.1077+0.0399 ( +3.74% )
Powered by
News - Altcoins

Kazakhstan Gandeng Solana Company Bangun Megacity Blockchain Senilai $6 Miliar

User
July 1, 2026 | 00:56 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 1, 2026 | 00:56 WIB
Kazakhstan Gandeng Solana Company Bangun Megacity Blockchain Senilai $6 Miliar

​Perusahaan manajemen aset kripto yang terdaftar di Nasdaq, Solana Company, resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Selasa (30/6), untuk membangun infrastruktur blockchain dan kripto bagi Alatau City, sebuah proyek kota mandiri di Kazakhstan yang bernilai $6 miliar. Kesepakatan ini mencakup pengembangan treasury aset kripto, infrastruktur blockchain, serta pembentukan Alatau Crypto Cluster, yakni zona ekonomi khusus yang memungkinkan penggunaan mata uang kripto untuk transaksi sehari-hari.

​Kemitraan ini memperkuat posisi Kazakhstan sebagai pusat ekosistem Solana di Asia Tengah, menyusul peluncuran Solana Economic Zone di Astana tahun lalu dan pencatatan ETF Solana pertama di Bursa Efek Kazakhstan (KASE). Joseph Chee, CEO Solana Company, menyatakan bahwa keterlibatan mereka tidak hanya sebatas penasihat, tetapi mencakup desain operasional pengelolaan dana kota hingga sistem pembayaran digital bagi penduduk.

​Di balik visi futuristik yang mengintegrasikan kecerdasan buatan, transportasi otonom, dan energi hidrogen, proyek ini menghadapi tantangan besar. Para pengamat mencatat perlunya amandemen konstitusi untuk melegalkan ekonomi berbasis kripto dalam kehidupan sehari-hari, serta kesenjangan infrastruktur dasar yang nyata. Saat ini, wilayah yang dicanangkan menjadi megacity tersebut dilaporkan masih berjuang dengan akses utilitas dasar seperti air, gas, dan konektivitas internet, sehingga realisasi visi kota pintar tersebut diprediksi memerlukan waktu bertahun-tahun.

Copiedbagikan