

.png)
.png)

Prancis tengah menghadapi sorotan serius setelah terjadi tiga percobaan penculikan yang diduga berkaitan dengan kepemilikan aset kripto dalam kurun waktu tiga hari terakhir. Insiden tersebut memicu kekhawatiran publik mengenai meningkatnya risiko keamanan fisik bagi individu yang diketahui memiliki kekayaan kripto signifikan.
Menurut laporan otoritas setempat, para pelaku diduga menargetkan korban berdasarkan informasi kepemilikan aset digital, dengan motif pemerasan dan pencurian. Meski detail identitas korban belum diungkap ke publik, aparat menyebut adanya pola yang menunjukkan keterkaitan langsung dengan aktivitas dan eksposur kripto para target.
Di saat yang bersamaan, aparat penegak hukum Prancis juga mengungkap kasus terpisah yang memperburuk situasi. Seorang pegawai otoritas pajak nasional, Direction générale des Finances publiques, diketahui membocorkan data sensitif milik sejumlah wajib pajak terkait kepemilikan aset kripto. Informasi tersebut dilaporkan diberikan kepada pihak yang hingga kini belum teridentifikasi.
Kebocoran data ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait keamanan informasi finansial dan potensi penyalahgunaan data oleh jaringan kriminal. Otoritas Prancis menyatakan tengah melakukan investigasi internal dan pidana untuk menelusuri aliran data serta kemungkinan keterkaitan antara kebocoran informasi pajak dan rangkaian percobaan penculikan.
Rangkaian peristiwa ini menyoroti sisi gelap dari meningkatnya adopsi kripto, di mana transparansi dan pencatatan aset digital dapat berubah menjadi risiko keamanan jika tidak diimbangi dengan perlindungan data yang kuat. Pemerintah Prancis kini menghadapi tekanan untuk memperketat pengamanan data finansial serta meningkatkan perlindungan bagi pemilik aset digital, di tengah upaya negara tersebut mendorong inovasi dan regulasi kripto yang lebih matang.