​Insiden ledakan dilaporkan menghantam Pangkalan Angkatan Laut Konarak di pesisir tenggara Iran pada Senin (19/10). Berdasarkan laporan Al Jazeera, militer Amerika Serikat diduga berada di balik serangan yang melukai dua prajurit tersebut, yang menjadi aksi militer langsung pertama ke wilayah Iran dalam tujuh pekan terakhir. Kendati demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi baik dari Komando Pusat AS (CENTCOM) maupun Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Laporan insiden ini muncul setelah Israel Hayom membeberkan pertimbangan pemerintahan Donald Trump mengenai opsi serangan ke Pulau Kharg, fasilitas penopang 90% ekspor minyak Iran, sebelum pemilu sela (midterms) AS pada 3 November mendatang.
​Dugaan keterlibatan AS dalam insiden ini menguatkan kekhawatiran yang melatarbelakangi penerbitan peringatan keamanan darurat oleh Kedutaan Besar AS di seluruh kawasan Timur Tengah sehari sebelumnya, Minggu (18/10). Dalam pengumuman tersebut, pemerintah AS memperingatkan warganya mengenai risiko pembatalan penerbangan, penutupan ruang udara, serta gangguan perjalanan akibat potensi eskalasi konflik yang dinilai dapat meluas cepat ke luar area utama.
​Ketegangan di kawasan vital energi tersebut berdampak langsung pada pergerakan harga komoditas global, dengan minyak mentah Brent naik ke level $112 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) kembali menyentuh harga $102 per barel.



