asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT63,791.8-1011.58 ( -1.56% )
BULLAUSDT0.04088-0.00374 ( -8.38% )
ETHUSDT1,834.37-28.2 ( -1.51% )
MYXUSDT0.5814-0.1365 ( -19.01% )
PEPEUSDT0.00000392+0.00000001 ( +0.26% )
SLVONUSDT79.26+0.61 ( +0.78% )
SOLUSDT77.14-0.67 ( -0.86% )
TRXUSDT0.2824-0.0053 ( -1.84% )
XRPUSDT1.3402-0.0039 ( -0.29% )
Powered by
News

Mantan CTO Coinbase Paparkan Visi Awal Kripto: Membangun Tatanan Dunia Berbasis Kode

User
February 24, 2026 | 07:16 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
February 24, 2026 | 07:16 WIB
Mantan CTO Coinbase Paparkan Visi Awal Kripto: Membangun Tatanan Dunia Berbasis Kode

​Mantan Chief Technology Officer (CTO) Coinbase, Balaji Srinivasan, memaparkan bahwa kripto secara fundamental diciptakan untuk membangun sebuah "tatanan berbasis kode" (code-based order) di tengah ancaman keruntuhan institusi tradisional global. Melalui unggahannya di platform X pada akhir pekan lalu, penulis buku The Network State ini merespons kritik seputar utilitas aset digital dengan menyatakan bahwa teknologi blockchain kini bertindak sebagai tulang punggung sistem ekonomi tanpa batas negara. Menurutnya, tatanan baru ini hadir untuk mengambil alih peran "tatanan berbasis hukum" internasional yang ia nilai mulai goyah dan rentan.

​Balaji menjelaskan bahwa jaringan blockchain terbukti mampu mereplikasi sekaligus menyempurnakan sistem perlindungan hukum secara terdesentralisasi. Tatanan berbasis kode ini diklaim mampu menjamin hak milik, eksekusi smart contract, privasi, hingga verifikasi identitas secara global tanpa memandang latar belakang pengguna. Lebih tegas, ia menggarisbawahi bahwa kepemilikan aset dan identitas on-chain seseorang akan tetap utuh dan aman secara mutlak, bahkan ketika individu tersebut menghadapi ancaman pembekuan rekening bank (debanking) atau pencabutan status kewarganegaraan oleh sebuah rezim.

​Visi ambisius ini tidak hanya terbatas pada aset digital, tetapi juga merambah ke sektor aset fisik. Merujuk pada esainya yang bertajuk "Semua Properti Menjadi Kriptografi", Balaji memproyeksikan bahwa di masa depan, hak milik atas rumah, kendaraan, hingga perangkat industri akan dioperasikan langsung menggunakan kunci kriptografi dan smart locks. Alih-alih bergantung pada sistem peradilan konvensional yang kerap lambat dan bias, blockchain diposisikan sebagai sekoci penyelamat internet yang netral bagi masyarakat ketika sebuah negara terancam gagal atau berbalik menyerang warganya sendiri.

Copiedbagikan