


​Token native dari platform perpetual DEX, Hyperliquid (HYPE), sukses menembus zona price discovery usai mencetak all-time high baru di level $73,7 pada perdagangan Senin (1/6). Pencapaian ini membuat HYPE bergerak secara anomali melawan arus, mengingat aset kripto berkapitalisasi besar seperti Bitcoin dan Ethereum masih tertahan di bawah level puncak akibat lesunya sentimen makro global. Lonjakan harga tersebut sekaligus memperpanjang tren bullish HYPE yang telah melonjak lebih dari 70% hanya dalam sebulan terakhir.
​Tren positif ini ditopang oleh dua pilar utama, yakni ekspansi ekosistem dan derasnya arus modal institusional. Dari sisi pengembangan, Hyperliquid baru saja memperluas layanannya dengan merilis fitur prediction market internal, yang momentumnya bertepatan dengan sentimen positif persetujuan kontrak perpetual teregulasi pertama oleh CFTC AS.
Sementara dari sisi aliran dana, laporan CoinShares mencatat produk investasi Hyperliquid sukses menarik inflow sebesar $10,8 juta di tengah hantaman outflow massal yang melanda pasar kripto global. Akumulasi ini turut diperkuat oleh produk ETF spot 21Shares Hyperliquid (THYP) yang nilainya melesat 50% dalam dua minggu, serta aksi borong senilai $192 juta dari wallet terafiliasi a16z.
​Di luar faktor sentimen eksternal tersebut, reli HYPE juga didorong kuat oleh mekanisme buyback otomatis protokol yang sangat agresif. Secara fundamental, Hyperliquid dirancang untuk mengalihkan 98% total pendapatan biaya perdagangan guna menyerap kembali token HYPE di pasar spot. Sistem yang berjalan konstan ini tercatat telah menarik sekitar 14% pasokan HYPE dari sirkulasi yang beredar.