


​Di tengah volatilitas market global dan ketidakpastian geopolitik, tingkat adopsi kripto di Singapura mencatatkan pertumbuhan positif hingga mencapai 32% pada tahun 2026. Berdasarkan hasil survei terbaru dari Independent Reserve yang dirilis pada 15 April 2026, angka ini naik dari 29% pada tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan kepercayaan investor terhadap potensi keuntungan jangka panjang meskipun harga aset sedang bergejolak.
​Lonjakan ini didominasi oleh Gen Z (18-25 tahun) yang tingkat kepemilikannya naik dua kali lipat menjadi 36%, serta kelompok milenial yang mencatatkan kepemilikan tertinggi sebesar 46%. Menariknya, survei tersebut menunjukkan bahwa strategi investasi rutin terbukti lebih efektif; sebanyak 55% investor yang menyisihkan modal secara berkala melaporkan keuntungan, jauh lebih tinggi dibandingkan investor tidak rutin yang hanya mencatatkan profit sebesar 43%.
​Optimisme warga Singapura terhadap masa depan aset digital kian menguat, dengan 38% responden memprediksi harga Bitcoin akan berada di rentang $100.000 hingga $250.000 pada tahun 2030. Kedewasaan market ini dipicu oleh regulasi yang jelas serta kemudahan akses melalui instrumen seperti ETF kripto, yang mulai mengubah persepsi aset digital dari sekadar spekulasi menjadi bagian dari portofolio kekayaan jangka panjang.