Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengisyaratkan bahwa program buyback obligasi pemerintah AS berpotensi ditingkatkan lebih dari dua kali lipat hingga melampaui angka $4 miliar per operasi. Sinyal intervensi lanjutan tersebut disampaikan Bessent dalam wawancara ekslusif dengan CNBC pada Kamis, 20/8, hanya beberapa jam setelah imbal hasil atau yield obligasi AS tenor 30 tahun berbalik melonjak dan menghapus seluruh penurunan yang sempat terjadi pasca-pengumuman pelonggaran likuiditas pada Rabu kemarin.
​Bessent menegaskan bahwa pemerintah memiliki fleksibilitas instrumen fiskal yang sangat luas untuk menstabilkan pasar keuangan. Ia menyoroti bahwa kondisi likuiditas pada surat utang tenor panjang, khususnya obligasi bertenor 30 tahun, saat ini tergolong sangat buruk dan lonjakan yield yang terjadi dinilai tidak lagi mencerminkan fundamental ekonomi yang sebenarnya. Untuk itu, Departemen Keuangan AS berkomitmen bertindak aktif sebagai pembuat pasar atau make a market guna menyerap limpahan pasokan obligasi di pasar sekunder.
​Program perluasan buyback obligasi tenor 10 hingga 30 tahun ini dijadwalkan berlangsung rutin mulai 9 September hingga 4 November mendatang. Langkah agresif US Treasury yang berpotensi menyuntikkan likuiditas dalam jumlah yang jauh lebih masif ini terus menjadi sorotan para pelaku pasar global, seiring upaya pemerintah meredam volatilitas pasar obligasi dan menekan biaya pinjaman jangka panjang.



