


​Aktivitas kripto di Iran dilaporkan menembus angka 7,8 miliar dolar AS, namun data menunjukkan ini bukan soal spekulasi, melainkan cara bertahan hidup. Di tengah inflasi yang melampaui 40%, Bitcoin menjadi pelarian finansial utama saat nilai mata uang lokal hancur dan akses perbankan tradisional mulai tidak stabil. Fenomena ini mempertegas bahwa adopsi kripto tumbuh paling cepat di wilayah di mana sistem uang konvensional mengalami kegagalan.
​Lonjakan aktivitas Bitcoin di Iran terpantau terjadi justru saat periode protes dan pengetatan akses internet. Bagi warga sipil, fitur self-custody pada wallet kripto bukan lagi sekadar pilihan teknologi, melainkan kebutuhan mendesak untuk mengamankan kekayaan dari sistem fiat yang rapuh.​
Meski pemerintah Iran menggunakan kripto untuk menghindari sanksi, adopsi masif di tingkat warga tetap menjadi poin utama yang tidak bisa diabaikan. Angka 7,8 miliar dolar AS tersebut menjadi sinyal bahwa Bitcoin secara perlahan sedang membentuk ulang cara masyarakat berinteraksi dengan uang di tengah krisis. Pada akhirnya, Iran menjadi contoh nyata bagaimana Bitcoin dan kripto menjadi jalur penyelamat bagi mereka yang membutuhkan pelarian finansial yang praktis dan mandiri.