


Donald Trump, mengumumkan melalui akun Truth Social pada minggu (12/4) waktu setempat, bahwa ia telah memerintahkan Angkatan Laut AS (US Navy) untuk secepat mungkin memulai blokade total terhadap seluruh kapal yang masuk maupun keluar dari Selat Hormuz. Langkah ini diambil sebagai respons atas kegagalan negosiasi nuklir dengan Iran, di mana pihak Iran menolak memberikan komitmen untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir.
​Dalam instruksinya, Trump menegaskan bahwa US Navy akan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang kedapatan membayar pungutan transit kepada pihak Iran. Selain itu, militer AS diperintahkan untuk segera menghancurkan ranjau-ranjau yang dipasang Iran di sepanjang selat tersebut. Trump menyatakan bahwa blokade ini bertujuan untuk menjamin keamanan jalur pelayaran internasional dan menghentikan apa yang ia sebut sebagai praktik pemerasan global oleh Iran.
​Selain tindakan militer, Trump juga mengancam akan menerapkan tarif sebesar 50% terhadap negara manapun yang menyuplai senjata ke Iran, termasuk China. Langkah ekonomi ini diambil untuk memutus dukungan logistik bagi ambisi nuklir Iran. Trump menegaskan bahwa militer Amerika Serikat saat ini berada dalam kesiapan penuh untuk mengambil tindakan lebih lanjut jika situasi di kawasan strategis tersebut tidak segera membaik.