


​Tether resmi mengumumkan kolaborasi dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) pada Jumat (9/1) untuk memberantas kejahatan aset virtual di Afrika. Kemitraan ini bertujuan mendukung visi Africa Strategy Vision 2030 milik UNODC dengan menekan kerentanan terhadap kejahatan siber serta memberdayakan penegakan hukum melalui pemanfaatan teknologi blockchain.
​Inisiatif ini berfokus pada pembangunan ekosistem keuangan yang lebih aman bagi komunitas lokal yang sering menjadi target eksploitasi. Melalui kombinasi inovasi teknologi dan program edukasi yang intensif, kerja sama ini menargetkan pengurangan drastis dalam kasus penipuan siber serta memberikan perlindungan dan pemulihan yang lebih baik bagi para korban perdagangan manusia yang kerap melibatkan transaksi digital ilegal.
​Paolo Ardoino, CEO Tether, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam melindungi korban eksploitasi dan mencegah kejahatan transnasional. Ia menyebut bahwa penggabungan inovasi dan edukasi akan memberdayakan komunitas lokal, membuka peluang ekonomi yang aman bagi masyarakat terpinggirkan, serta memastikan infrastruktur kripto digunakan untuk kebaikan sosial.
​Upaya ini memperluas peran Tether di luar fungsinya sebagai penerbit stablecoin terbesar di dunia. Kemitraan langsung dengan badan PBB ini menunjukkan komitmen industri kripto untuk mematuhi standar keamanan internasional secara proaktif dan menghapus stigma negatif terkait penggunaan aset digital dalam jaringan kriminal global.