Harga minyak mentah dunia melorot drastis pada Rabu (04/11) menyusul kemenangan Partai Demokrat yang resmi menguasai Kongres AS dalam Pemilu Sela. Meredanya kecemasan pelaku pasar atas potensi serangan militer langsung ke Iran menjadi pemicu utama jatuhnya komoditas energi ini.
​Sinyal peredaan ketegangan makin kuat setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi belum ada rencana aksi militer mendadak dalam waktu dekat. Di saat yang sama, proses mediasi dan perundingan diplomatik yang ditengahi oleh Qatar dilaporkan terus berjalan secara intensif.
​Kondisi tersebut mendorong para trader mulai memangkas biaya risiko perang. Dampaknya, harga minyak Brent merosot 4,6% ke level $98 per barel (di bawah $100 untuk pertama kalinya sejak 7 Oktober), sementara jenis WTI anjlok 4,3% hingga menyentuh $91 per barel.



